Senin, 04 Juni 2012

Pedoman Iteman


ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN PROGRAM ITEMAN
ITEMAN merupakan program komputer yang digunakan untuk menganalisis butir soal secara klasik. Program ini termasuk satu paket program dalam MicroCAT°n yang dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai tahun 1982 dan mengalami revisi pada tahun 1984, 1986, 1988, dan 1993; mulai dari versi 2.00 sampai dengan versi 3.50. Alamatnya adalah Assessment Systems Corporation, 2233 University Avenue, Suite 400, St Paul, Minesota 55114, United States of America.
Program ini dapat digunakan untuk: (1) menganalisis data file (format ASCII) jawaban butir soal yang dihasilkan melalui manual entry data atau dari mesin scanner; (2) menskor dan menganalisis data soal pilihan ganda dan skala Likert untuk 30.000 siswa dan 250 butir soal; (3) menganalisis sebuah tes yang terdiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas setiap butir (daya pembeda, tingkat kesukaran, proporsi jawaban pada setiap option), reliabilitas (KR-20/Alpha), standar error of measurement, mean, variance, standar deviasi, skew, kurtosis untuk jumlah skor pada jawaban benar, skor minimum dan maksimum, skor median, dan frekuensi distribusi skor.
Saat ini telah tersedia ITEMAN tinder Windows 95, 98, NT, 2000, ME, dan XP dengan harga $299. Sebelum menggunakan program Iteman, bacalah manualnya/buku petunjuk pengoperasionalnya secara seksama. Sebagai contoh, tahap awal adalah membuat "file data" (control tile) yang berisi 5 komponen utama.
1.     Baris pertama adalah baris pengontrol yang mendeskripsikan data.
2.     Baris kedua adalah daftar kunci jawaban setiap butir soal.
3.     Baris ketiga adalah daftar jumlah option untuk setiap butir soal.
4.     Baris keempat adalah daftar butir soal yang hendak dianalisis (jika butir yang akan dianalisis diberi tanda Y (yes), jika tidak diikutkan dalam analisis diberi tanda N (no).
5.     Baris kelima dan seterusnya adalah data siswa dan pilihan jawaban siswa.
Setiap pilihan jawaban siswa (untuk soal bentuk pilihan ganda) diketik dengan menggunakan huruf, misal ABCD atau angka 1234 untuk 4 pilihan jawaban atau ABCDE atau 12345 untuk 5 pilihan jawaban.

Cara menggunakan program ini, pertama data diketik di DOS atau Windows.
Cara termudah adalah menggunakan program Windows yaitu dengan mengetik data di tempat Notepad. Caranya adalah klik Start-Programs-Accessories-Notepad.

Jumat, 01 Juni 2012

UTS PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR


UTS MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
Dosen Pengampu
Drs Samsudin, M.Pd.
Nama
Agus Supriyadi
NIM
5520110104
Soal
1.      Jelaskan metode pembelajaran berdasarkan Quantum Learning dan Intelegent Learning. Hubungkan dengan kondisi pembelajaran yang selama ini anda lakukan di kelas.
2.      Analisis kisah sukses mengajar yang anda lihat di youtube. Cantumkan alamat web sumbernya.
3.      Mario Teguh motivator yang sedang melejit namanya saat ini. Sebutkan apa kiat-kiat sukses yang menjadi daya tarik dari Mario Teguh dalam presentasinya.
Jawaban
1.
1.      Quantum Learning
a.  Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria yang melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.
Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.
b.  Penerapan Quantum Learning Dalam Pembelajaran
Langkah-langkah  yang  dapat  diterapkan  dalam  pembelajaran melalui konsep Quantum Learning dengan cara: 
1.      Kekuatan Ambak (apa manfaat bagiku)
Ambak  adalah  motivasi  yang  didapat  dari  pemilihan secara  mental  antara  manfaat  dan  akibat-akibat  suatu keputusan.  Motivasi  sangat  diperlukan  dalam belajar  karena  dengan  adanya  motivasi  maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini  siswa  akan  diberi  motivasi  oleh  guru  agar  siswa dapat  mengidentifikasi  dan  mengetahui  manfaat  atau makna  dari  setiap  pengalaman  atau  peristiwa  yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses belajar.
2.      Penataan lingkungan belajar 
Dalam  proses  belajar  dan  mengajar  diperlukan  penataan  lingkungan  yang  dapat  membuat  siswa  merasa aman dan nyaman, dengan perasaan aman dan nyaman  ini  akan  menumbuhlkan  konsentrasi  belajar siswa  yang  baik.  Dengan  penataan  lingkungan  belajar yang  tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.
3.      Memupuk sikap juara 
Memupuk  sikap  juara  perlu  dilakukan  untuk  lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan  segan-segan  untuk  memberikan  pujian  atau hadiah  pada  siswa  yang  telah  berhasil  dalam belajarnya,  tetapi  jangan  pula  mencemooh  siswa  yang belum  mampu  menguasai  materi.  Dengan  memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4.      Bebaskan gaya belajarnya 
Ada  berbagai  macam  gaya  belajar  yang  dipunyai  oleh siswa,  gaya  belajar  tersebut  yaitu:  visual,  auditorial dan  kinestetik.  Dalam  quantum  learning  guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.  
5.      Membiasakan mencatat 
Belajar  akan  benar-benar  dipahami  sebagai  aktivitas kreasi  ketika  siswa  tidak  hanya  bisa    menerima, melainkan  bisa  mengungkapkan  kembali  apa  yang didapatkan  menggunakan  bahasa  hidup  dengan  cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut  dapat  dilakukan  dengan  memberikan  simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti oleh siswa itu  sendiri,  simbol-simbol  tersebut  dapat  berupa tulisan.
6.      Membiasakan membaca 
Salah  satu  aktivitas  yang  cukup  penting  adalah membaca.  Karena    dengan  membaca  akan  menambah perbendaharaan  kata,  pemahaman,  menambah  wawasan  dan  daya  ingat  akan  bertambah.  Seorang guru  hendaknya  membiasakan  siswa  untuk  membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku yang lain.
7.      Jadikan anak lebih kreatif 
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka  mencoba  dan  senang bermain.  Dengan  adanya  sikap  kreatif  yang  baik  siswa  akan  mampu  menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya. 
8.      Melatih kekuatan memori 
Kekuatan  memori  sangat  diperlukan  dalam  belajar  anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik.

2.      Intelegent Learning (Multiple Intelligence)
Intelegent Learning suatu  pendekatan pembelajaran yang  di dalamnya membicarakan tentang keberagaman yang bertautan dengan kompetensi peserta didik.
Pendekatan Multiple Intelligence pun memandang bahwa seseorang/manusia memiliki beberapa potensi kecerdasan. Salah satu dari kecerdasan setiap peserta didik itulah yang harus dikembangkan, sehingga pada akhirnya menjadi suatu kompetensi yang sangat dominan dikuasainya.
Teori Multiple Intelligence ini dikembangkan oleh Gardner, dengan mendeskripsikan tujuh kecerdasan manusia dalam Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences (2004), yaitu:
1.      Linguistic intelligence (kecerdasan linguistik) adalah kemampuan untuk berpikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks.
2.      Logical-mathematical intelligence (kecerdasan logika-matematika) merupakan kemampuan dalam menghitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta menyelesaikan operasi-operasi matematis.
3.      Spatial intelligence (kecerdasan spasial) membangkitkan kapasitas untuk berpikir dalam tiga cara dimensi seperti yang dapat dilakukan oleh pelaut, pilot, pemahat, pelukis, dan arsitek. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk merasakan bayangan eksternal dan internal, melukiskan kembali, merubah, atau memodifikasi bayangan, dan menghasilkan atau menguraikan informasi grafik.
4.      Bodily-kinesthetic intelligence (kecerdasan kinestik-tubuh) memungkinkan seseorang untuk menggerakan objek dan keterampilan-keterampilan fisik yang halus. Misalnya kelihatan pada diri atlet, penari, ahli bedah, dan seniman yang mempunyai keterampilan teknik.
5.      Musical intelligence (kecerdasan musik) jelas terlihat pada seseorang yang memiliki sensitivitas pada pola titinada, melodi, ritme, dan nada. Misalnya pada seorang komposer, konduktor, musisi, kritikus, dan pembuat alat musik juga pendengar yang sensitif.
6.      Interpersonal intelligence (kecerdasan interpersonal) merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Hal ini terlihat pada guru, pekerja sosial, artis, atau politisi yang sukses.
7.      Intrapersonal intelligence (kecerdasan intrapersonal) merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. Misalnya terlihat pada ahli ilmu agama, ahli psikologi, dan ahli filsafat.
3.      Quantum Learning dan Intelegent Learning dengan kondisi pembelajaran yang dihadapi di lapangan sebagian besar sudah dilaksanakan di sekolah. Pada awal pembelajaran guru biasanya memberi motivasi kepada siswa agar dapat  mengidentifikasi  dan  mengetahui  manfaat  atau makna  dari  setiap  pengalaman  atau  peristiwa  yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses belajar. Selanjutnya penataan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan tenang, nyaman, dan menyenangkan. Bantuan visual di kelas dengan menempelkan foto, poster, dan portofolio hasil kerja siswa. Di sekolah saya juga ada “class moving” untuk pelajaran bahasa (lab. bahasa) dan TIK (lab. komputer) sehingga dapat menghindari dari kejenuhan, penggunaan LCD monitor, dan belajar di luar kelas. Siswa juga dibiasakan membuat  catatan  yaitu  catatan  Tulis  Susun  (TS),  dan  memberi penghargaan  (reward)  kepada  siswa  yang  berhasil  menjawab soal-soal  dengan  benar. Guru juga melaksanakan pembelajaran dengan gaya belajar yang bervariasi yaitu visual,  auditorial,  dan kinestetik.
2.      Saya menganalisis sebuah video tentang keberhasilan guru dalam mengajar setelah menganalisis karakter salah seorang siswanya. Videonya berjudul “The Teacher” yang saya dapatkan dari www.makeadifference.com

Tokoh utama dalam video ini adalah Miss Thompson seorang guru kelas V dan seorang siswa yang bernama Teddy Stallard. Miss Thompson melihat Teddy pada tahun sebelumnya,  dia melihat Teddy adalah siswa yang tidak bergaul dengan teman-temannya dan selalu berpakaian lusuh. Hasil belajar Teddy pun sangat mengecewakan, sering kali dia mendapat nilai F (gagal). Miss Thompson kemudian melihat catatan pribadi Teddy di kelas sebelumnya yang membuatnya terkejut. Guru kelas I menyatakan Teddy adalah anak yang cerdas dan menyenangkan yang selalu mengerjakan semua tugasnya dengan rapi. Guru kelas II menyatakan Teddy adalah anak yang luar biasa dan disukai teman-temannya tetapi berada dalam kesulitan karena ibunya mempunyai penyakit yang tak tersembuhkan. Guru kelas III menyatakan kematian ibunya membuat Teddy sangat terpukul dan ayahnya tidak mempedulikannya. Guru kelas IV menyatakan Teddy menjadi penyendiri dan tidak tertarik pada pelajaran di sekolah. Miss Thompson menyadari akar masalahnya dan dia malu pada dirinya sendiri. Dia merasa sedih ketika murid-murid memberi hadiah natal dengan kado yang dibungkus sangat cantik tetapi Teddy memberi kado yang terbungkus seadanya dengan kertas pembungkus bekas. Ketika kado dari Teddy dibuka, semua murid menertawakannya ketika melihat gelang “rhinestone” yang beberapa batunya telah lepas dan sebuah botol parfum yang isinya tinggal seperempat. Miss Thompson menghentikan tawa mereka dan mengatakan gelang ini indah sambil mengoleskan parfum ke lengannya. Pada hari itu Teddy menunggu hingga jam terakhir hanya untuk mengatakan bahwa Miss Thompson hari ini harumnya persis seperti ibunya. Setelah semua murid-muridnya pergi, Miss Thompson menangis, sejak hari itu dia berhenti mengajar “menulis”, “membaca”, dan “aritmetika”. Sejak hari itu dia mengajar “anak-anak”. Dia memberi perhatian khusus kepada Teddy. Sejak itu pikiran Teddy mulai hidup kembali. Teddy menjadi murid kesayangannya. Setahun kemudian dia memperoleh surat di bawah pintunya dari Teddy yang mengatakan bahwa dia adalah guru terbaik yang diperoleh seumur hidupnya. Enam tahun berlalu kemudian, ia memperoleh surat dari Teddy yang telah duduk di kelas III SMA dan ketika telah selesai SMA Teddy mengirim surat bahwa dia telah lulus SMA dan mengatakan bahwa Miss Thompson tetap menjadi guru terbaik bagi dirinya dalam seluruh hidupnya. Empat tahun kemudian Teddy mengirimkan surat yang mengatakan bahwa dia lulus dari college sebagai lulusan terbaik, dan sekali lagi dia mengatakan bahwa Miss Thompson tetap sebagai guru terbaik yang dipunyainya seumur hidupnya. Empat tahun kemudian Miss Thompson mendapat surat dari Teddy yang mengatakan dia telah menyelesaikan kuliah dan akan melanjutkan ke S2 dan Miss Thompson tetaplah guru terbaik seumur hidupnya. Namanya sekarang berubah menjadi Theodore F. Stallard, M.D. Empat tahun kemudian Teddy mengirim surat yang mengatakan bahwa dia telah menemukan gadis dan akan segera menikah, ayahnya sudah meninggal dan dia menginginkan Miss Thompson dapat menggantikan ibunya pada pesta pernikahannya. Miss Thompson setuju dan dia mengenakan gelang rhinostone dan menggunakan parfum pemberian Teddy. Mereka berpelukan dan Dr. Stallard berbisik ke telinga Miss Thompson, “Terima kasih Engkau telah mempercayaiku. Terima kasih banyak  bahwa Engkau  telah membuatku merasa penting dan menunjukkan kepadaku bahwa aku bisa melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” Miss Thompson berkata, “ Teddy engkau salah. Justru Engkaulah yang telah mengajarkan aku bagaimana membuat sesuatu secara berbeda. Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana cara mengajar, hingga saya bertemu denganmu.”

Pembelajaran dari kisah ini adalah mengajarkan kepada guru bahwa di sekolah siswa-siswa bukan hanya sekedar “siswa” tapi mereka adalah “anak-anak” yang memerlukan kasih sayang.

3.      Mario Teguh, adalah alumni Universitas Negeri Malang (dh. IKIP Malang) Jurusan Linguistik dan Pelajaran Bahasa Inggris senantiasa menyebut dirinya guru, karena bagi beliau, memotivasi juga sama halnya mendidik orang lain untuk menjadi sukses.

Dalam setiap presentasinya beliau selalu menyampaikan materi dengan sangat menarik, menggunakan bahasa yang santun dan kata-kata yang mudah dimengerti, menjadikan penjelasannya itu mudah untuk di serap dan di terima. Sudah jadi kebiasaan beliau  untuk selalu berusaha  jujur, bisa dipercaya, dan hormat pada yang lebih tua. Beliau selalu berusaha bersikap hormat pada yang lebih tua dan itu bukan sesuatu yang dibuat-buat karena memang beliau sangat menghormati orang tuanya. Mario Teguh menjadi motivator tanpa menyinggung agama tertentu dan bisa merangkul semua kalangan.


Pada sisi yang lebih ringan, Mario Teguh mencerahkan suasana dengan senyum, dengan tawa, atau dengan canda yang membuat orang lain tertawa. Dia menanyakan kabar dan keadaan orang lain, memuji keindahan pakaian atau dandanan orang lain, menyampaikan terima kasih atas kehadiran orang lain, mengulangi cerita-cerita lucu mengenai anak-anak mereka, mendoakan kebaikan bagi orang tua mereka, dan menyampaikan bagaimana senang-nya dia dapat bertemu dan berbincang dengan rekan-rekan baiknya itu.


Satu lagi yang menarik dari Mario Teguh adalah selalu memberi salam dengan kata dan kalimat yang  bisa menjadi motivasi bagi orang lain. Berikut ini adalah 10 salam dari seorang “Super Mario Teguh”
1)      "You are the strongest when relaxed and at peace"
2)      "Tuhan tidak pernah memberikan harapan, tanpa kepantasan untuk mencapainya."
3)      "Me + God = Enough"
4)      "Bersungguhlah saat harapan Anda kecil, lebih bersungguhlah saat Anda mungkin kalah, dan makin bersungguh-sungguhlah saat Anda tidak mungkin menang. Itulah iman."
5)      "Bila anda mencintai seseorang, bangunlah sebuah rumah yang indah dalam hati orang yang anda cintai."
6)      "Bila Tuhan berkenan, Tuhan akan menjadikan kita apa pun yang kita mohonkan dariNya."
7)      "Orang lain tidak bisa merendahkan Anda, jika Anda tidak mengizinkannya"
8)      "Bila hati anda sedang dalam keadaan tidak damai, lakukanlah sesuatu yang dapat mendamaikan hati orang lain."
9)      "Apapun yang terjadi,yang Anda yakini adalah kekuatan Anda
Apapun yang terjadi, Anda harus tetap pada tujuan Anda
Apapun yang terjadi, yang Anda yakini adalah yang akan terjadi."
10)  "Ketulusan mungkin terlihat sederhana dan santun, tetapi ia memiliki kekuatan yang dijamin oleh keajaiban. Disediakan kedudukan di antara para bintang bagi Anda yang memelihara ketulusan dalam kesantunan Anda, bahkan kepada mereka yang mengkhianati Anda."

Sabtu, 26 Mei 2012

Pengembangan Sumber Belajar


PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN TIK
SEBAGAI SUMBER BELAJAR


MAKALAH MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
Drs SAMSUDIN, M.Pd.




 





Disusun oleh: AGUS SUPRIYADI
            NIM: 5520110104







PASCA SARJANA MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
2012


DAFTAR ISI

Daftar Isi .........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang ....................................................................................................
1.2.            Tujuan .................................................................................................................
BAB II KAJIAN TEORI
2.1.    Sumber Belajar ......................................................................................................
2.2.    Teknologi Informasi dan Komunikasi ..................................................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar dan  
        Media Pembelajaran ...............................................................................................
3.2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar ........
3.3. Beberapa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Media
       Pembelajaran di Sekolah ..........................................................................................
3.4. Pemanfaatan TIK Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dari yang  Konvensional sampai yang modern berdasarkan klasifikasi dan jenis medianya.....
3.5. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi .......................................
BAB IV KESIMPULAN ..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................

i

1
2


3
4



8
8


9

11
13

14
15












BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
 Proses  belajar  mengajar  dalam  pendidikan  merupakan  salah  satu  aspek yang  sangat dibutuhkan  dalam  kehidupan  manusia.  Melalui  proses  belajar  dapat  memberi pengaruh terhadap perkembangan kemampuan akademis dan psikologis  setiap manusia dalam hidupnya . Belajar merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Belajar  juga  merupakan  kegiatan  yang  melibatkan  seseorang  dalam  upaya  memperoleh  pengetahuan,  keterampilan  dan  nilai-nilai  positif  dengan  memanfaatkan  berbagai sumber  untuk  belajar.  Pembelajaran  dapat  melibatkan  dua  pihak  yaitu  siswa sebagai  pembelajar  dan  guru  sebagai  fasilitator.  Konsep  teknologi  pendidikan menekankan  kepada  individu  yang  belajar  melalui  pemanfaatan  dan  penggunaan berbagai jenis sumber belajar.
Strategi dan  pendekatan  pembelajaran  tidak  lagi  bertumpu  pada  guru  tetapi  berorientasi  pada siswa  sebagai  subjek  (student  centered).  Guru  bukan  lagi  satu-satunya  sumber belajar  bagi  siswa.  Tanpa  guru,  pembelajaran  tetap  dapat  dilaksanakan  karena adanya sumber belajar yang lain. Sehubungan hal tersebut para pendidik atau guru di sekolah diharapkan untuk dapat menggunakan sumber belajar secara tepat.
Menghadapi era globalisasi dan kompetisi sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari proses itu menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Persaingan era global telah dipenuhi segala teknologi canggih. Hampir semua bidang memanfaatkan hal itu untuk mendapatkan hasil maksimal. Sayangnya, pendidikan kita belum memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut secara maksimal.
Hal ini merupakan tantangan besar bagi institusi pendidikan dalam negeri untuk berbenah diri. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengadopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Sudah banyak institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang mempromosikan diri sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi. Bahkan, teknologi sudah menjadi kata kunci promosi untuk menciptakan kredibilitas dan kualitas institusi pendidikan. Merujuk pada fenomena ini, sangat tampak bahwa masyarakat, termasuk masyarakat akademik kita, sangat menyakini akan kemanfaatan positif TIK bagi pencapaian produktivitas pendidikan. Keyakinan ini tidak keliru mengingat bahwa di beberapa negara maju, TIK memang memberikan keuntungan positif bagi peningkatan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran dan pendidikan.
Namun demikian, keberhasilan proses pembelajaran berbasis teknologi yang diselenggarakan di beberapa negara maju tersebut tidak menjamin institusi pendidikan dalam negeri mencapai keberhasilan yang sama. Terdapat banyak faktor yang harus dipenuhi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran dan pendidikan itu.
1.2. Tujuan
            TIK dalam proses belajar-membelajarkan memang sangat membantu untuk keperluan belajar karena dapat mengatasi jarak antara peserta didik dengan guru. Akan tetapi hasil belajar masih tetap ditentukan oleh isi dan pengemasan bahan belajar serta karakteristik peserta didik. Keberhasilan penggunaan TIK tergantung pada bagaimana guru memilih, menyusun, mengemas, dan menyajikan bahan belajar serta bagaimana peserta didik menanggapi dan mempelajarinya. Hal ini berarti bahwa sikap, kemampuan dan keterampilan guru dan peserta didik ikut menentukan keberhasilan
            Tersedianya berbagai alat dan bentuk TIK  yang semakin maju dewasa ini memudahkan setiap orang dapat memperoleh berbagai informasi secara cepat, akurat, dan mutakhir. Walaupun tidak semuanya bermanfaat akan tetapi kalau dipilih secara tepat, informasi itu dapat dijadikan salah satu sumber  dalam mempelajari  fakta, konsep, dan prosedur. Tersedianya perpustakaan elektronik on line, memungkinkan penjelajahan ke berbagai perpustakaan di dunia dan  memperoleh informasi untuk berbagai keperluan  belajar. Bahkan akhir-akhir ini, telepon genggam memiliki berbagai kemampuan sehingga dapat dipergunakan untuk memperoleh informasi dari internet  dalam berbagai tampilan visual, audio, dan audiovisual.
Berdasarkan uraian  di atas maka makalah ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih jelas mengenai pemanfaatan dan pengembangan TIK sebagai sumber belajar.


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1. Sumber Belajar

            Secara tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangat banyak. Sangat di sayangkan berbagai sumber belajar disekitar kita yang berlimpah-limpah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber belajar tradisional adalah guru dan buku teks, dan untuk banyak guru (dan dosen) ini masih adalah cara utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja sumber belajar itu? Tentu saja bukan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa, alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi sebaga sumber belajar.
Menurut konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.
Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning  resource), orang juga banyak  yang  telah  memanfaatkan  sumber  belajar,  namun  umumnya  yang  diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara  tidak  terasa    apa  yang  mereka  gunakan,  orang,  dan  benda  tertentu  adalah termasuk sumber belajar. 
Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan  dalam  berbagai  bentuk  media,  yang  dapat  membantu  siswa  dalam  belajar  sebagai  perwujudan  dari  kurikulum.    Bentuknya  tidak  terbatas  apakah  dalam  bentuk  cetakan,  video,  format  perangkat  lunak  atau  kombinasi  dari  berbagai  format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.
Sadiman  mendefinisikan  sumber  belajar  sebagai  segala  sesuatu  yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi  Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004) 
Dari  pengertian  tersebut  maka  sumber  belajar  dapat  dikategorikan sebagai berikut:
a.       Tempat  atau  lingkungan  alam  sekitar  yaitu  dimana  saja  seseorang  dapat melakukan  belajar  atau  proses  perubahan  tingkah  laku  maka  tempat  itu  dapat  dikategorikan  sebagai  tempat  belajar  yang  berarti  sumber  belajar,  misalnya  perpustakaan,  pasar,  museum,  sungai,  gunung,  tempat  pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b.      Benda  yaitu  segala  benda  yang  memungkinkan  terjadinya  perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
c.       Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d.      Bahan  yaitu  segala  sesuatu  yang  berupa  teks  tertulis,  cetak,  rekaman  elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e.       Buku  yaitu  segala  macam  buku  yang  dapat  dibaca  secara  mandiri  oleh peserta  didik  dapat  dikategorikan  sebagai  sumber  belajar.  Misalnya  buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f.       Peristiwa  dan  fakta  yang  sedang  terjadi,  misalnya  peristiwa  kerusuhan, peristiwa  bencana,  dan  peristiwa  lainnya  yang  guru  dapat  menjadikan  peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.

2.2. Teknologi Informasi dan Komunikasi
Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya dipaparkan sebagai berikut :
1.      Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole
Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.

2.      Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)    mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a.       Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b.      Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa      Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media 

3.      Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.
Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.











BAB III
PEMBAHASAN

Teknologi yang menghasilkan produk dalam bentuk perangkat keras atau perangkat lunak pada awalnya bukanlah semata-mata dimaksudkan untuk keperluan pendidikan. Akan tetapi kemudian produk teknologi itu juga merambah ke lembaga-lembaga pendidikan serta dimanfaatkan untuk kegiatan belajar-membelajarkan. Dengan menggunakan teknologi, diharapkan kegiatan belajar-membelajarkan dapat diselenggarakan lebih efektif, efisien, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Akan tetapi sudah lama, paling tidak sejak tahun 1973, Levie dan Dicky menyatakan (dalam Educational Technology: A Review of the Research, 1993) bahwa hasil-hasil penelitian menunjukkan, produk teknologi lebih berfungsi sebagai alat penyampai pesan dan tidak menentukan keberhasilan peningkatan hasil belajar peserta didik. Yang jauh lebih berperan ialah isi bahan belajar dan pengemasannya, karakteristik peserta didik, serta lingkungan belajar. Lebih jauh diketahui pula bahwa kecanggihan teknologi yang dipergunakan, misalnya dalam  belajar berbasis atau berbantuan  komputer (computer based learning)  dan belajar di dunia maya (virtual learning) serta merta menjamin meningkatkan hasil belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional (interaksi langsung peserta didik dengan guru).
TIK dalam proses belajar-membelajarkan memang sangat membantu untuk keperluan belajar jarak jauh karena dapat mengatasi jarak antara peserta didik dengan guru. Akan tetapi hasil belajar masih tetap ditentukan oleh isi dan pengemasan bahan belajar serta karakteristik peserta didik. Keberhasilan penggunaan TIK tergantung pada bagaimana guru memilih, menyusun, mengemas, dan menyajikan bahan belajar serta bagaimana peserta didik menanggapi dan mempelajarinya. Hal ini berarti bahwa sikap, kemampuan dan keterampilan guru dan peserta didik ikut menentukan keberhasilan penggunaan TIK mengatasi berbagai kesulitan dalam proses belajar-membelajarkan.
Kebermanfaatan TIK membantu pemerataan memperoleh informasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar-membelajarkan,  mendorong Pemerintah Indonesia menerbitkan berbagai kebijakan serta  melaksanakan berbagai program. Dalam Rencana Starategis Departemen Pendidikan Nasional 2005 – 2009 (Depdiknas: 2006) disebutkan antara lain: Kebijakan tentang Nusantara-21, Instruksi Presiden Nomor 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia, Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2001 tentang pengembangan dan pendayagunaan telematika, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, dan Keppres Nomor 20 Tahun 2006 tentang Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional. Di samping itu di tingkat Departemen,  Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2007 menerbitkan beberapa kebijakan tentang pengembangan TIK, di antaranya adalah: Kepmendiknas Nomor 50/P/2007 tentang Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Nasional.
Program meningkatkan TIK dalam pendidikan pada umumnya telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk, antra lain Universal Services Obligation (USO) yang dimulai tahun 2003 untuk meningkatkan kesempatan bagi masyarakat di pedesaan agar dapat menikmati fasilitas layanan telekomunikasi. Program USO berkaitan dengan pengembangan TIK pendidikan berkenaan dengan ketersediaan jaringan telekomunikasi yang akan memberikan kesempatan bagi sekolah terutama di wilayah terpencil agar memiliki akses terhadap sumber belajar. Di samping itu terdapat pula program One School One Computer’s Lab (OSOL) OSOL didasarkan atas Kepmen Kominfo No. 17/Kep/M.KOMINFO/4/2003 tentang pemanfaatan TIK di sekolah yang minimal harus memiliki satu laboratorium komputer. OSOL dimaksudkan untuk memudahkan sistem belajar-mengajar, meningkatkan kualitas pendidikan, pemanfaatan teknologi serta memacu semangat belajar siswa.
Secara nasional  diselenggarakan Televisi Edukasi (TVE) yang diresmikan Menteri Pendidikan Nasional pada tahun 2004 dengan visi: ”menjadi stasiun televisi pendidikan yang santun dan mencerdaskan”, serta misi:  mencerdaskan masyarakat,  menyajikan keteladanan, menyebarkan informasi dan kebijkan pendidikan, serta  memotivasi  masyarakat agar gemar belajar. Sasaran TVE adalah peserta didik di semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan,  praktisi pendidikan dan  masyarakat. Sementara itu dikembangkan pula Wide Area Network KOTA (WAN-kota) yang merupakan salah satu program pengembangan pembelajaran melalui TIK. WAN-kota dibuat dengan menghubungkan antar lembaga pelatihan dan pendidikan  melalui Dikmenjur dengan sekolah yang ada di perkotaan.
Pengelolaan pengembangan TIK dilakukan melalui Jardiknas, dengan mencoba integrasi TIK dalam pembelajaran, pemanfaatan TIK dalam pengelolaan manajemen pendidikan dan berbagai kegiatan pendidikan. Jardiknas dimanfaatkan untuk peningkatan kecepatan layanan informasi secara integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat; memberikan pelayanan data dan informasi secara terpadu;  menciptakan budaya transparan dan akuntabel; merupakan media promosi pendidikan yang handal; meningkatkan komunikasi dan interaksi lokal maupun internasio-nal; mengakses berbagai bahan ajar; dan  meningkatkan efisiensi berbagai kegiatan pendidikan. Terdapat berbagai program dan kegiatan lain yang dilakukan Pemerintah bersama-sama pihak swasta untuk menghadirkan TIK di lembaga-lembaga pendidikan. Contoh-contoh yang dikemukakan bagaimana proses belajar-membelajarkan diupayakan berbasis teknolgi serta mengintegerasikan TIK dalam proses pendidikan.
3.1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan diberbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.
Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.
TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkanTIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode
3.2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar
1. E-Learning (Electronic Learning)
Adalah proses pembelajaran jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi internet. Dalam konteks electronic learning atau e-learning sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi. Perkembangan e-Learning sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan perkembangan TIK, dimulai dari perkembangan teknologi televisi, komputer hingga teknologi komunikasi data paling cepat saat ini yaitu internet. e-Learning menjadi salah satu bentuk evolusi penyampaian pembelajaran dengan pemanfaatan TIK sebagai komponen utamanya.
AW.Bates (Bates 1995) dan K Wulf (Wulf 1996), seperti yang dikutip oleh Siahaan (2004), menyebutkan 4 keuntungan penyelenggaraan pendidikan semacam ini yaitu: (1) meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity), (2) dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sifat internet yang tidak mensyaratkan sinkronitas memungkinkan instruktur dan peserta didik dapat terlibat dalam proses pembelajaran dalam waktu dan tempat yang berbeda, (3) sangat mampu menjangkau audience secara luas dan global, dan (4) mudah melakukan pembaruan materi pembelajaran dan menyimpan data/dokumen. Namun demikian, tidak semua negara dapat menyelenggarakan pembelajaran elektronik.
Kriteria-kriteria di bawah ini merupakan syarat yang telah dipenuhi negara-negara penyelenggara pembelajaran berbasis teknologi, yakni:
1)      sikap positif masyarakat pada teknologi komputer dan internet, yang ditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet,
2)      harga perangkat komputer yang relative murah dan dapat dimiliki oleh masyarakat,
3)      kemampuan teknologi memproses data secara cepat dan kapasitas penyimpanan yang besar, dan luasnya akses atau jaringan komunikasi.

2. E- Book (Electronic Book)
Pada fasilitas ini siswa dapat mencari koleksi perpustakaan elektronik berupa buku buku, modul, jurnal, makalah, majalah, surat kabar dan sebagainya.

3. Teleconference atau video conference
Sebuah sistem pembelajaran dimana terjadi interaksi langsung, misalnya antara guru dan siswa, antara dosen dan mahasiswa. Tetapi pemanfaatan TIK sebagai sumber belajar melalui teleconference atau video conference sulit dilaksanakan, mengingat sistem pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar dan kurangnya sarana dan fasilitas yang memadai.
3.3. Beberapa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Media Pembelajaran di Sekolah

1. Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan 5 sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya:
a.       Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan.
b.      Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.
c.       Perbanyak memasukkan gambar dan animasi
d.      Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.
2. Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).
4.      Kelas virtual
Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Contoh bentuk kelas maya di sekolah X. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis. Materi online bentuk tugas yang diberikan bentuk test hasil test yang didapat siswa.

4.4. Pemanfaatan TIK Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dari yang Konvensional sampai yang modern berdasarkan klasifikasi dan jenis medianya.
No
Klasifikasi
Jenis Media
Kelebihan Sumber Belajar Modern
Kelemahan Sumber Belajar Modern
1.
Media Audio
radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan telepon .
a. Kelas, Besar atau kecil : Kelas tidak membutuhkan bentuk  fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
b. Kapan saja,dimana saja : Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global. Tanpa batasan waktu dan tempat dengan karakteristik kelas tradisonal dengan menggunakan mode komunikasi asynchronous seperti e-mail, diskusi online, siswa dapat mengakses 24 jam setiap hari.
c. MembangunKomunitas : Pembelajaran adalah proses sosial. Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain seperti dengan instruktur. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time maupun non-real time. melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta terhadap bahan ajarnya.
a. Buruknya atau kurangterencananya perancangan aplikasi web learning sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna,misalnya tidak user friendly, tidak reliabel dan proses yang tidak jelas.
b. Para pengguna tidak mengetahui dan mengenal secara baik sistem yang  digunakan akibat tidak adanya sosialisasi dari sistem(user guide).
c.Permasalahan bandwidth yang kecil dapat mengakibatkan lamanyawaktu akses hal ini juga dapat disebabkan oleh buruknya perancangan materi yang memiliki ukuran file yang besar(akibat adanya unsur audio, video).
2.
Media audiovisual diam
televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan suara , buku dan suara


3.
Media audiovisual gerak

video, CD, film rangkai dan suara, televisi, gambar dan suara.


4.
Media visual diam


foto, buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film bingkai/slide, film rangkai (film stip) , transparansi, mikrofis, overhead proyektor, grafik, bagan, diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan globe.


5.
Media visual gerak
film bisu .


6.
Media yang diproyeksikan
Overhead Transparancy, slide, Opaque


7.
Media yang tidak diproyeksikan
Realia, model, bahan grafis, display


8.
Media rekaman
Kaset audio, kaset video,



Media berbasis komputer
Computer-assisted instruction (pembelajaran berbantuan komputer)


9.
Multimedia kit
Perangkat praktikum


10.
Media berbasis jaringan
Internet,E-Learning dll


3.5. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain, saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besar -besaran.
Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program pengembangan TIK, yaitu:
1.      Bidang kejuruan.
TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. Untuk menghubungkan sekolah-sekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.
2.      Pustekkom.
Sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif, E-learning dan ESMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.
3.      Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional).
Bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.

BAB IV
KESIMPULAN
Pemanfaatan TIK di sekolah semakin berkembang dan  cenderung dijadikan salah satu indikasi kemajuan suatu sekolah. Akan tetapi hasil penelitian di Indonesia menunjukkan antara lain bahwa TIK belum diintegrasikan dan dikembangkan dengan proses belajar-membelajarkan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu penggunaan TIK di sekolah tidak selalu serta merta dapat mengatasi masalah-masalah belajar-membelajarkan dan meningkatkan mutu proses dan hasi belajar-membelajarkan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat digunakan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran antara lain:
1.      Manfaat TIK sebagai sumber belajar yaitu :
a.       E-Learning (Electronic Learning)
b.      E- Book (Electronic Book)
c.       Teleconference atau video conference
2.      Manfaat TIK sebagai media pembelajaran yaitu :
a.       Presentasi
b.      Demonstrasi
c.       Kelas virtual
3.      Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat digunakan Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dari yang Konvensional sampai yang moderen berdasarkan klasifikasi dan jenis medianya. Tergantung bagaimana proses pembelajaran itu sendiri dan berdasarkan sarana dan prasarana yang tersedia pada masing masing sekolah / universitas.
Pemanfaatan dan Pengembangan TIK sebagai sumber belajar tidak hanya komputer dan internet saja, tetapi alangkah lebih baiknya agar TIK nya di tambah, seperti televisi dan radio.



DAFTAR PUSTAKA

Deeson, Eric. 1991. Dictionary of Information Technology.Glasgow UK:Harper Collins Publishers
Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Miarso,Yusufhadi.1986.Media pendidikan: pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta : Penerbit Rajawali.
Prawiradilaga, Salma. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Teknologi dan Informasi. Jakarta : Salemba Infotek