Sabtu, 16 Juni 2012
Puisi Kahlil Gibran
ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN
( by Dorothy Law Nolte)
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
RENUNGAN BAGI ORANG TUA
( Kahlil Gibran, 1883-1931)
Dan seorang wanita yang mendekap anaknya berkata:
Bicaralah pada kami perihal anak-anak
Maka orang bijak itu pun bicara:
Puteramu bukanlah puteramu
Mereka adalah putera- puteri kehidupan , yang mendambakan hidup mereka sendiri
Mereka datang melalui kamu, tapi tidak dari kamu
Dan sungguhpun bersamamu, mereka bukanlah milikmu
Engkau dapat memberikan kasih sayangmu, tetapi tidak pendirianmu
sebab mereka memiliki pendirian sendiri
Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak jiwanya
lantaran jiwa mereka ada di masa datang
yang tak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi
Engkau boleh mengikuti alam mereka,
tapi jangan mengharap mereka dapat mengikuti alammu,
sebab hidup tidaklah surut ke belakang
Tidak pula terlambat di masa lalu
Engkau adalah busur darimana meluncur anak panah
Kehidupan putera-puterimu melesat ke masa depan
Dasar Analisis Puisi
DASAR ANALISIS PUISI
i
I. PENGERTIAN
Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata
bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam
bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan,
menimbulkan, menyair. Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut
menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat
tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan
(Sitomorang, 1980:10).
Menurut Vicil C. Coulter, kata poet berasal
dari kata bahasa Gerik yang berarti membuat, mencipta. Dalam bahasa Gerik, kata
poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir
menyerupai dewa-dewa atau orang yang amat suka pada dewa-dewa. Dia adalah orang
yang mempunyai penglihatan yang tajam, orang suci, yang sekaligus seorang
filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi
(Situmorang, 1980:10)).
Ada beberapa
pengertian lain.
- Menurut Kamus Istilah Sastra
(Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh
irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
- Putu Arya Tirtawirya (1980:9)
mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit, samar dengan
makna yang tersirat di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.
- Ralph Waldo Emerson
(Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin
dengan kata-kata sesedikit mungkin.
- William Wordsworth (Situmorang,
1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah peluapan yang spontan dari
perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa
yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.
- Percy Byssche Shelly
(Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah rekaman dari saat-saat
yang paling baik dan paling senang dari pikiran-pikiran yang paling
senang.
- Watt-Dunton (Situmorang,
1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang
bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan
berirama.
- Lescelles Abercrombie
(Sitomurang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekspresi dari
pengalaman imajinatif, yang hanya bernilai serta berlaku dalam ucapan atau
pernyataan yang bersifat kemasyarakatan yang diutarakan dengan bahasa yang
mempergunakan setiap rencana yang matang serta bermanfaat.
- II. PERBEDAAN PUISI DAN PROSA
HB. Jassin
(1953:54) mengatakan bahwa untuk mendefinisikan puisi, puisi itu harus
dikaitkan dengan definisi prosa. Prosa merupakan pengucapan dengan pikiran,
sedangkan puisi merupakan pengucapan dengan perasaan.
Rahmanto dan
Dick Hartoko (1986) mengatakan bahwa puisi merupakan lawan terhadap prosa.
Ungkapan bahasa yang terikat (puisi), lawan ungkapan bahasa yang tidak terikat
(prosa). Keterikatan oleh paralelisme, metrum, rima, pola bunyi, dsb. Pada
sastra modern perbedaan puisi dan prosa sangat kabur.
Luxemburg (1992)
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan teks puisi adalah teks-teks monolog yang
isinya tidak pertama-tama merupakan sebuah alur. Selain itu teks puisi
bercirikan penyajian tipografik tertentu. Tipografik ini merupakan ciri yang
paling menonjol dalam puisi. Apabila kita melihat teks yang barisnya tidak
selesai secara otomatis kita menganggap bahwa teks tersebut merupakan teks
puisi.
Rachmad
Djoko Pradopo (1987) mengatakan bahwa dewasa ini orang mengalami kesulitan
dalam membedakan puisi dan prosa hanya dari bentuk visualnya sebagai sebuah
karya tertulis. Sampai-sampai sekarang ini dikatakan bahwa niat pembacalah yang
menjadi ciri sastra utama.
Alterbern
(dalam Pradopo, 1987) mengatakan bahwa puisi adalah pendramaan pengalaman yang
bersifat penafsiran dalam bahasa berirama. Ada tiga unsur pokok dalam puisi
yaitu pemikiran/ide/emosi, bentuk, dan kesan. Jadi puisi mengekspresikan
pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indra
dalam susunan bahasa yang berirama.
Slametmulyana
(1956:112) mengatakan bahwa ada perbedaan pokok antara prosa dan puisi.
Pertama, kesatuan prosa yang pokok adalah kesatuan sintaksis, sedangkan
kesatuan puisi adalah kesatuan akustis. Kedua puisi terdiri dari
kesatuan-kesatuan yang disebut baris sajak, sedangkan dalam prosa kesatuannya
disebut paragraf. Ketiga di dalam baris sajak ada periodisitas dari mula sampai
akhir.
Pendapat
lain mengatakan bahwa perbedaan prosa dan puisi bukan pada bahannya, melainkan
pada perbedaan aktivitas kejiwaan. Puisi merupakan hasil aktivitas pemadatan,
yaitu proses penciptaan dengan cara menangkap kesan-kesan lalu memadatkannya
(kondensasi). Prosa merupakan aktivitas konstruktif, yaitu proses penciptaan
dengan cara menyebarkan kesan-kesan dari ingatan (Djoko Pradopo, 1987).
Perbedaan
lain terdapat pada sifat. Puisi merupakan aktivitas yang bersifat pencurahan
jiwa yang padat, bersifat sugestif dan asosiatif. Sedangkan prosa merupakan
aktivitas yang bersifat naratif, menguraikan, dan informatif (Pradopo, 1987)
Perbedaan
lain yaitu puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung, sedangkan prosa
menyatakan sesuatu secara langsung.
Senin, 04 Juni 2012
Pedoman Iteman
ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN PROGRAM ITEMAN
ITEMAN
merupakan program komputer yang digunakan untuk menganalisis butir soal secara
klasik. Program ini termasuk satu paket program dalam MicroCAT°n
yang dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai tahun 1982 dan
mengalami revisi pada tahun 1984, 1986, 1988, dan 1993; mulai dari versi 2.00
sampai dengan versi 3.50. Alamatnya adalah Assessment Systems Corporation, 2233
University Avenue, Suite 400, St Paul, Minesota 55114, United States of
America.
Program ini dapat digunakan untuk: (1) menganalisis data file
(format ASCII) jawaban butir soal yang dihasilkan melalui manual entry data
atau dari mesin scanner; (2) menskor dan menganalisis data soal pilihan ganda
dan skala Likert untuk 30.000 siswa dan 250 butir soal; (3) menganalisis sebuah
tes yang terdiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang
validitas setiap butir (daya pembeda, tingkat kesukaran, proporsi jawaban pada
setiap option), reliabilitas (KR-20/Alpha), standar error of measurement, mean,
variance, standar deviasi, skew, kurtosis untuk jumlah skor pada jawaban benar,
skor minimum dan maksimum, skor median, dan frekuensi distribusi skor.
Saat ini telah tersedia ITEMAN tinder Windows 95, 98, NT,
2000, ME, dan XP dengan harga $299. Sebelum menggunakan program Iteman, bacalah
manualnya/buku petunjuk pengoperasionalnya secara seksama. Sebagai contoh,
tahap awal adalah membuat "file data" (control tile) yang berisi 5
komponen utama.
1. Baris pertama adalah baris pengontrol yang
mendeskripsikan data.
2. Baris kedua adalah daftar kunci jawaban
setiap butir soal.
3. Baris ketiga
adalah daftar jumlah option untuk setiap butir soal.
4. Baris keempat adalah daftar butir soal yang
hendak dianalisis (jika butir yang akan dianalisis diberi tanda Y (yes), jika
tidak diikutkan dalam analisis diberi tanda N (no).
5. Baris kelima dan seterusnya adalah data
siswa dan pilihan jawaban siswa.
Setiap
pilihan jawaban siswa (untuk soal bentuk pilihan ganda) diketik dengan
menggunakan huruf, misal ABCD atau angka 1234 untuk 4 pilihan jawaban atau
ABCDE atau 12345 untuk 5 pilihan jawaban.
Cara menggunakan program ini,
pertama data diketik di DOS atau Windows.
Cara termudah adalah menggunakan
program Windows yaitu dengan mengetik data di tempat Notepad. Caranya adalah
klik Start-Programs-Accessories-Notepad.
Jumat, 01 Juni 2012
UTS PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
UTS MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER
BELAJAR
Dosen Pengampu
|
Drs Samsudin, M.Pd.
|
Nama
|
Agus Supriyadi
|
NIM
|
5520110104
|
Soal
1. Jelaskan metode pembelajaran
berdasarkan Quantum Learning dan Intelegent Learning. Hubungkan dengan kondisi
pembelajaran yang selama ini anda lakukan di kelas.
2. Analisis kisah sukses mengajar yang
anda lihat di youtube. Cantumkan alamat web sumbernya.
3. Mario Teguh motivator yang sedang
melejit namanya saat ini. Sebutkan apa kiat-kiat sukses yang menjadi daya tarik
dari Mario Teguh dalam presentasinya.
Jawaban
1.
1. Quantum Learning
a.
Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan
seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta
membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa
teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah
populer dan umum digunakan. Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov,
pendidik berkebangsaan Bulgaria yang melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology
(suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti
mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti
positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik
digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang,
partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan
informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif
bermunculan.
Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses
accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang
memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang
normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan
melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir
positif, dan emosi yang sehat.
b. Penerapan
Quantum Learning Dalam Pembelajaran
Langkah-langkah
yang dapat diterapkan
dalam pembelajaran melalui konsep
Quantum Learning dengan cara:
1. Kekuatan Ambak (apa manfaat bagiku)
Ambak adalah
motivasi yang didapat
dari pemilihan secara mental
antara manfaat dan
akibat-akibat suatu
keputusan. Motivasi sangat
diperlukan dalam belajar karena
dengan adanya motivasi
maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa
akan diberi motivasi
oleh guru agar
siswa dapat mengidentifikasi dan
mengetahui manfaat atau makna
dari setiap pengalaman
atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses
belajar.
2. Penataan lingkungan belajar
Dalam proses
belajar dan mengajar
diperlukan penataan lingkungan
yang dapat membuat
siswa merasa aman dan nyaman,
dengan perasaan aman dan nyaman ini akan
menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa
yang baik. Dengan
penataan lingkungan belajar yang
tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.
3. Memupuk sikap juara
Memupuk sikap
juara perlu dilakukan
untuk lebih memacu dalam belajar
siswa, seorang guru hendaknya jangan
segan-segan untuk memberikan
pujian atau hadiah pada
siswa yang telah
berhasil dalam belajarnya, tetapi
jangan pula mencemooh
siswa yang belum mampu
menguasai materi. Dengan
memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4. Bebaskan gaya belajarnya
Ada
berbagai macam gaya
belajar yang dipunyai
oleh siswa, gaya belajar
tersebut yaitu: visual,
auditorial dan kinestetik. Dalam
quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan dalam
belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5. Membiasakan mencatat
Belajar akan
benar-benar dipahami sebagai
aktivitas kreasi ketika siswa
tidak hanya bisa
menerima, melainkan bisa mengungkapkan
kembali apa yang didapatkan menggunakan
bahasa hidup dengan
cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal
tersebut dapat dilakukan
dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah
dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol
tersebut dapat berupa tulisan.
6. Membiasakan membaca
Salah satu
aktivitas yang cukup
penting adalah membaca. Karena
dengan membaca akan
menambah perbendaharaan
kata, pemahaman, menambah
wawasan dan daya
ingat akan bertambah.
Seorang guru hendaknya membiasakan
siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku
yang lain.
7. Jadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang
ingin tahu, suka mencoba dan
senang bermain. Dengan adanya
sikap kreatif yang
baik siswa akan
mampu menghasilkan ide-ide yang
segar dalam belajarnya.
8. Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori
sangat diperlukan dalam
belajar anak, sehingga siswa
perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik.
2.
Intelegent
Learning (Multiple
Intelligence)
Intelegent Learning suatu pendekatan pembelajaran yang di dalamnya membicarakan tentang keberagaman
yang bertautan dengan kompetensi peserta didik.
Pendekatan Multiple Intelligence
pun memandang bahwa seseorang/manusia memiliki beberapa potensi kecerdasan.
Salah satu dari kecerdasan setiap peserta didik itulah yang harus dikembangkan,
sehingga pada akhirnya menjadi suatu kompetensi yang sangat dominan
dikuasainya.
Teori Multiple Intelligence ini
dikembangkan oleh Gardner, dengan mendeskripsikan tujuh kecerdasan
manusia dalam Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences
(2004), yaitu:
1. Linguistic
intelligence (kecerdasan linguistik) adalah kemampuan untuk berpikir dalam
bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai
makna yang kompleks.
2. Logical-mathematical
intelligence (kecerdasan logika-matematika) merupakan kemampuan dalam
menghitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta
menyelesaikan operasi-operasi matematis.
3. Spatial
intelligence (kecerdasan spasial) membangkitkan kapasitas untuk berpikir
dalam tiga cara dimensi seperti yang dapat dilakukan oleh pelaut, pilot,
pemahat, pelukis, dan arsitek. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk
merasakan bayangan eksternal dan internal, melukiskan kembali, merubah, atau
memodifikasi bayangan, dan menghasilkan atau menguraikan informasi grafik.
4. Bodily-kinesthetic
intelligence (kecerdasan kinestik-tubuh) memungkinkan seseorang untuk
menggerakan objek dan keterampilan-keterampilan fisik yang halus. Misalnya
kelihatan pada diri atlet, penari, ahli bedah, dan seniman yang mempunyai
keterampilan teknik.
5. Musical
intelligence (kecerdasan musik) jelas terlihat pada seseorang yang memiliki
sensitivitas pada pola titinada, melodi, ritme, dan nada. Misalnya pada seorang
komposer, konduktor, musisi, kritikus, dan pembuat alat musik juga pendengar
yang sensitif.
6. Interpersonal
intelligence (kecerdasan interpersonal) merupakan kemampuan untuk memahami
dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Hal ini terlihat pada guru,
pekerja sosial, artis, atau politisi yang sukses.
7. Intrapersonal
intelligence (kecerdasan intrapersonal) merupakan kemampuan untuk membuat
persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam
itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. Misalnya terlihat
pada ahli ilmu agama, ahli psikologi, dan ahli filsafat.
3.
Quantum Learning dan Intelegent Learning dengan
kondisi pembelajaran yang dihadapi di lapangan sebagian besar sudah
dilaksanakan di sekolah. Pada awal pembelajaran guru biasanya memberi motivasi
kepada siswa agar dapat
mengidentifikasi dan mengetahui
manfaat atau makna dari
setiap pengalaman atau
peristiwa yang dilaluinya dalam
hal ini adalah proses belajar. Selanjutnya penataan lingkungan belajar yang
memungkinkan siswa belajar dengan tenang, nyaman, dan menyenangkan. Bantuan
visual di kelas dengan menempelkan foto, poster, dan portofolio hasil kerja
siswa. Di sekolah saya juga ada “class moving” untuk pelajaran bahasa (lab.
bahasa) dan TIK (lab. komputer) sehingga dapat menghindari dari kejenuhan,
penggunaan LCD monitor, dan belajar di luar kelas. Siswa juga dibiasakan
membuat catatan yaitu
catatan Tulis Susun
(TS), dan memberi penghargaan (reward)
kepada siswa yang
berhasil menjawab soal-soal dengan
benar. Guru juga melaksanakan pembelajaran dengan gaya belajar yang
bervariasi yaitu visual,
auditorial, dan kinestetik.
2. Saya menganalisis sebuah video
tentang keberhasilan guru dalam mengajar setelah menganalisis karakter salah
seorang siswanya. Videonya berjudul “The Teacher” yang saya dapatkan dari www.makeadifference.com
Tokoh utama dalam video ini adalah
Miss Thompson seorang guru kelas V dan seorang siswa yang bernama Teddy
Stallard. Miss Thompson melihat Teddy pada tahun sebelumnya, dia melihat Teddy adalah siswa yang tidak
bergaul dengan teman-temannya dan selalu berpakaian lusuh. Hasil belajar Teddy
pun sangat mengecewakan, sering kali dia mendapat nilai F (gagal). Miss
Thompson kemudian melihat catatan pribadi Teddy di kelas sebelumnya yang
membuatnya terkejut. Guru kelas I menyatakan Teddy adalah anak yang cerdas dan
menyenangkan yang selalu mengerjakan semua tugasnya dengan rapi. Guru kelas II
menyatakan Teddy adalah anak yang luar biasa dan disukai teman-temannya tetapi
berada dalam kesulitan karena ibunya mempunyai penyakit yang tak tersembuhkan.
Guru kelas III menyatakan kematian ibunya membuat Teddy sangat terpukul dan
ayahnya tidak mempedulikannya. Guru kelas IV menyatakan Teddy menjadi
penyendiri dan tidak tertarik pada pelajaran di sekolah. Miss Thompson
menyadari akar masalahnya dan dia malu pada dirinya sendiri. Dia merasa sedih
ketika murid-murid memberi hadiah natal dengan kado yang dibungkus sangat
cantik tetapi Teddy memberi kado yang terbungkus seadanya dengan kertas
pembungkus bekas. Ketika kado dari Teddy dibuka, semua murid menertawakannya
ketika melihat gelang “rhinestone” yang beberapa batunya telah lepas dan sebuah
botol parfum yang isinya tinggal seperempat. Miss Thompson menghentikan tawa
mereka dan mengatakan gelang ini indah sambil mengoleskan parfum ke lengannya.
Pada hari itu Teddy menunggu hingga jam terakhir hanya untuk mengatakan bahwa
Miss Thompson hari ini harumnya persis seperti ibunya. Setelah semua
murid-muridnya pergi, Miss Thompson menangis, sejak hari itu dia berhenti
mengajar “menulis”, “membaca”, dan “aritmetika”. Sejak hari itu dia mengajar
“anak-anak”. Dia memberi perhatian khusus kepada Teddy. Sejak itu pikiran Teddy
mulai hidup kembali. Teddy menjadi murid kesayangannya. Setahun kemudian dia
memperoleh surat di bawah pintunya dari Teddy yang mengatakan bahwa dia adalah
guru terbaik yang diperoleh seumur hidupnya. Enam tahun berlalu kemudian, ia
memperoleh surat dari Teddy yang telah duduk di kelas III SMA dan ketika telah
selesai SMA Teddy mengirim surat bahwa dia telah lulus SMA dan mengatakan bahwa
Miss Thompson tetap menjadi guru terbaik bagi dirinya dalam seluruh hidupnya.
Empat tahun kemudian Teddy mengirimkan surat yang mengatakan bahwa dia lulus
dari college sebagai lulusan terbaik, dan sekali lagi dia mengatakan bahwa Miss
Thompson tetap sebagai guru terbaik yang dipunyainya seumur hidupnya. Empat
tahun kemudian Miss Thompson mendapat surat dari Teddy yang mengatakan dia
telah menyelesaikan kuliah dan akan melanjutkan ke S2 dan Miss Thompson
tetaplah guru terbaik seumur hidupnya. Namanya sekarang berubah menjadi
Theodore F. Stallard, M.D. Empat tahun kemudian Teddy mengirim surat yang
mengatakan bahwa dia telah menemukan gadis dan akan segera menikah, ayahnya
sudah meninggal dan dia menginginkan Miss Thompson dapat menggantikan ibunya
pada pesta pernikahannya. Miss Thompson setuju dan dia mengenakan gelang
rhinostone dan menggunakan parfum pemberian Teddy. Mereka berpelukan dan Dr.
Stallard berbisik ke telinga Miss Thompson, “Terima kasih Engkau telah
mempercayaiku. Terima kasih banyak bahwa
Engkau telah membuatku merasa penting
dan menunjukkan kepadaku bahwa aku bisa melakukan sesuatu dengan cara berbeda.”
Miss Thompson berkata, “ Teddy engkau salah. Justru Engkaulah yang telah
mengajarkan aku bagaimana membuat sesuatu secara berbeda. Sebelumnya saya tidak
tahu bagaimana cara mengajar, hingga saya bertemu denganmu.”
Pembelajaran dari kisah ini adalah
mengajarkan kepada guru bahwa di sekolah siswa-siswa bukan hanya sekedar
“siswa” tapi mereka adalah “anak-anak” yang memerlukan kasih sayang.
3. Mario Teguh, adalah alumni
Universitas Negeri Malang (dh. IKIP Malang) Jurusan Linguistik dan Pelajaran
Bahasa Inggris senantiasa menyebut dirinya guru, karena bagi beliau, memotivasi
juga sama halnya mendidik orang lain untuk menjadi sukses.
Dalam setiap presentasinya beliau
selalu menyampaikan materi dengan sangat menarik, menggunakan bahasa yang santun
dan kata-kata yang mudah dimengerti, menjadikan penjelasannya itu mudah untuk
di serap dan di terima. Sudah jadi kebiasaan beliau untuk selalu berusaha jujur, bisa dipercaya,
dan hormat pada yang lebih tua. Beliau selalu berusaha bersikap hormat pada
yang lebih tua dan itu bukan sesuatu yang dibuat-buat karena memang beliau
sangat menghormati orang tuanya. Mario Teguh menjadi motivator tanpa
menyinggung agama tertentu dan bisa merangkul semua kalangan.
Pada sisi yang
lebih ringan, Mario Teguh mencerahkan suasana dengan senyum, dengan tawa, atau
dengan canda yang membuat orang lain tertawa. Dia menanyakan kabar dan keadaan
orang lain, memuji keindahan pakaian atau dandanan orang lain, menyampaikan
terima kasih atas kehadiran orang lain, mengulangi cerita-cerita lucu mengenai
anak-anak mereka, mendoakan kebaikan bagi orang tua mereka, dan menyampaikan
bagaimana senang-nya dia dapat bertemu dan berbincang dengan rekan-rekan
baiknya itu.
Satu lagi yang
menarik dari Mario Teguh adalah selalu memberi salam dengan kata dan kalimat
yang bisa menjadi motivasi bagi orang
lain. Berikut ini adalah 10 salam dari seorang “Super Mario Teguh”
1) "You are the strongest when
relaxed and at peace"
2) "Tuhan tidak pernah memberikan
harapan, tanpa kepantasan untuk mencapainya."
3) "Me + God = Enough"
4) "Bersungguhlah saat harapan
Anda kecil, lebih bersungguhlah saat Anda mungkin kalah, dan makin
bersungguh-sungguhlah saat Anda tidak mungkin menang. Itulah iman."
5) "Bila anda mencintai seseorang,
bangunlah sebuah rumah yang indah dalam hati orang yang anda cintai."
6) "Bila Tuhan berkenan, Tuhan
akan menjadikan kita apa pun yang kita mohonkan dariNya."
7) "Orang lain tidak bisa
merendahkan Anda, jika Anda tidak mengizinkannya"
8) "Bila hati anda sedang dalam
keadaan tidak damai, lakukanlah sesuatu yang dapat mendamaikan hati orang
lain."
9) "Apapun yang terjadi,yang Anda
yakini adalah kekuatan Anda
Apapun yang terjadi, Anda harus tetap pada tujuan Anda
Apapun yang terjadi, yang Anda yakini adalah yang akan terjadi."
Apapun yang terjadi, Anda harus tetap pada tujuan Anda
Apapun yang terjadi, yang Anda yakini adalah yang akan terjadi."
10) "Ketulusan mungkin terlihat
sederhana dan santun, tetapi ia memiliki kekuatan yang dijamin oleh keajaiban. Disediakan
kedudukan di antara para bintang bagi Anda yang memelihara ketulusan dalam
kesantunan Anda, bahkan kepada mereka yang mengkhianati Anda."
Sabtu, 26 Mei 2012
Pengembangan Sumber Belajar
PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN TIK
SEBAGAI SUMBER BELAJAR
MAKALAH
MATA KULIAH PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
Drs
SAMSUDIN, M.Pd.
Disusun
oleh: AGUS SUPRIYADI
NIM: 5520110104
PASCA SARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM
AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
2012
DAFTAR
ISI
|
Daftar
Isi
.........................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang ....................................................................................................
1.2.
Tujuan
.................................................................................................................
BAB
II KAJIAN TEORI
2.1. Sumber Belajar
......................................................................................................
2.2. Teknologi
Informasi dan Komunikasi
..................................................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi Sebagai Sumber Belajar dan
Media
Pembelajaran
...............................................................................................
3.2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi Sebagai Sumber Belajar ........
3.3. Beberapa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi Dalam Media
Pembelajaran di Sekolah ..........................................................................................
3.4. Pemanfaatan TIK Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dari
yang Konvensional sampai yang modern
berdasarkan klasifikasi dan jenis medianya.....
3.5. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
.......................................
BAB IV KESIMPULAN
..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
..............................................................................................
|
i
1
2
3
4
8
8
9
11
13
14
15
|
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Proses
belajar mengajar dalam
pendidikan merupakan salah
satu aspek yang sangat dibutuhkan dalam
kehidupan manusia. Melalui
proses belajar dapat memberi
pengaruh terhadap perkembangan kemampuan akademis dan psikologis setiap manusia dalam hidupnya . Belajar
merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Belajar juga
merupakan kegiatan yang
melibatkan seseorang dalam
upaya memperoleh pengetahuan,
keterampilan dan nilai-nilai
positif dengan memanfaatkan
berbagai sumber untuk belajar.
Pembelajaran dapat melibatkan
dua pihak yaitu
siswa sebagai pembelajar dan
guru sebagai fasilitator.
Konsep teknologi pendidikan menekankan kepada
individu yang belajar
melalui pemanfaatan dan
penggunaan berbagai jenis sumber belajar.
Strategi
dan pendekatan pembelajaran
tidak lagi bertumpu
pada guru tetapi
berorientasi pada siswa sebagai
subjek (student centered).
Guru bukan lagi
satu-satunya sumber belajar bagi
siswa. Tanpa guru,
pembelajaran tetap dapat
dilaksanakan karena adanya sumber
belajar yang lain. Sehubungan hal tersebut para pendidik atau guru di sekolah
diharapkan untuk dapat menggunakan sumber belajar secara tepat.
Menghadapi era globalisasi dan
kompetisi sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari proses itu menuntut
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Persaingan era global telah
dipenuhi segala teknologi canggih. Hampir semua bidang memanfaatkan hal itu
untuk mendapatkan hasil maksimal. Sayangnya, pendidikan kita belum memanfaatkan
kemajuan teknologi tersebut secara maksimal.
Hal ini merupakan tantangan besar
bagi institusi pendidikan dalam negeri untuk berbenah diri. Salah satu upaya
tersebut adalah dengan mengadopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Sudah banyak institusi pendidikan
tinggi di Indonesia yang mempromosikan diri sebagai institusi pendidikan
berbasis teknologi. Bahkan, teknologi sudah menjadi kata kunci promosi untuk
menciptakan kredibilitas dan kualitas institusi pendidikan. Merujuk pada
fenomena ini, sangat tampak bahwa masyarakat, termasuk masyarakat akademik
kita, sangat menyakini akan kemanfaatan positif TIK bagi pencapaian
produktivitas pendidikan. Keyakinan ini tidak keliru mengingat bahwa di
beberapa negara maju, TIK memang memberikan keuntungan positif bagi peningkatan
efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran dan pendidikan.
Namun demikian, keberhasilan proses
pembelajaran berbasis teknologi yang diselenggarakan di beberapa negara maju
tersebut tidak menjamin institusi pendidikan dalam negeri mencapai keberhasilan
yang sama. Terdapat banyak faktor yang harus dipenuhi untuk mencapai
efektivitas dan efisiensi pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran dan
pendidikan itu.
1.2. Tujuan
TIK
dalam proses belajar-membelajarkan memang sangat membantu untuk keperluan
belajar karena dapat mengatasi jarak antara peserta didik dengan guru. Akan
tetapi hasil belajar masih tetap ditentukan oleh isi dan pengemasan bahan
belajar serta karakteristik peserta didik. Keberhasilan penggunaan TIK
tergantung pada bagaimana guru memilih, menyusun, mengemas, dan menyajikan
bahan belajar serta bagaimana peserta didik menanggapi dan mempelajarinya. Hal
ini berarti bahwa sikap, kemampuan dan keterampilan guru dan peserta didik ikut
menentukan keberhasilan
Tersedianya
berbagai alat dan bentuk TIK yang semakin maju dewasa ini memudahkan
setiap orang dapat memperoleh berbagai informasi secara cepat, akurat, dan
mutakhir. Walaupun tidak semuanya bermanfaat akan tetapi kalau dipilih secara
tepat, informasi itu dapat dijadikan salah satu sumber dalam
mempelajari fakta, konsep, dan prosedur. Tersedianya perpustakaan
elektronik on line, memungkinkan penjelajahan ke berbagai perpustakaan
di dunia dan memperoleh informasi untuk berbagai keperluan belajar.
Bahkan akhir-akhir ini, telepon genggam memiliki berbagai kemampuan sehingga
dapat dipergunakan untuk memperoleh informasi dari internet dalam
berbagai tampilan visual, audio, dan audiovisual.
Berdasarkan uraian di atas maka makalah ini bertujuan untuk
mengetahui secara lebih jelas mengenai pemanfaatan dan pengembangan TIK sebagai
sumber belajar.
BAB
II
KAJIAN
TEORI
2.1. Sumber Belajar
Secara
tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar
yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangat banyak. Sangat di
sayangkan berbagai sumber belajar disekitar kita yang berlimpah-limpah tersebut
belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber belajar tradisional adalah
guru dan buku teks, dan untuk banyak guru (dan dosen) ini masih adalah cara
utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja sumber belajar itu? Tentu saja bukan
guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa,
alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi sebaga sumber belajar.
Menurut konsep
Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru,
teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul,
CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer,
LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik
seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan
antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.
Sering kita dengar
istilah sumber belajar (learning
resource), orang juga banyak
yang telah memanfaatkan
sumber belajar, namun
umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai
sumber belajar. Padahal secara tidak terasa
apa yang mereka
gunakan, orang, dan
benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.
Sumber belajar
ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam
berbagai bentuk media,
yang dapat membantu
siswa dalam belajar sebagai
perwujudan dari kurikulum.
Bentuknya tidak terbatas
apakah dalam bentuk
cetakan, video, format
perangkat lunak atau
kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun
guru.
Sadiman mendefinisikan sumber
belajar sebagai segala
sesuatu yang dapat digunakan
untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar
(Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)
Dari pengertian
tersebut maka sumber
belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Tempat atau
lingkungan alam sekitar
yaitu dimana saja
seseorang dapat melakukan belajar
atau proses perubahan
tingkah laku maka
tempat itu dapat
dikategorikan sebagai tempat
belajar yang berarti
sumber belajar, misalnya
perpustakaan, pasar, museum,
sungai, gunung, tempat
pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b. Benda yaitu
segala benda yang
memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik,
maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs,
candi, benda peninggalan lainnya.
c. Orang
yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat
belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber
belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d. Bahan yaitu
segala sesuatu yang
berupa teks tertulis,
cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan
untuk belajar.
e. Buku yaitu
segala macam buku
yang dapat dibaca
secara mandiri oleh peserta
didik dapat dikategorikan
sebagai sumber belajar.
Misalnya buku pelajaran, buku
teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f. Peristiwa dan
fakta yang sedang
terjadi, misalnya peristiwa
kerusuhan, peristiwa
bencana, dan peristiwa
lainnya yang guru
dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.
2.2.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi
Terdapat
banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi,
diantaranya dipaparkan sebagai berikut :
1.
Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers,
Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
“Information
Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and
microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage
and access, IT special concern being the use of hardware and software for these
tasks for the benefit of individual people and society as a whole”
Dari penjelasan di atas dapat
diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil
dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang
menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.
2.
Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a.
Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan
informasi.
b.
Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan
dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari
perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan
yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang
terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan
informasi antar media
3.
Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil
dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat
menjadi informasi.
Jadi
pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk
transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun
memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat
berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
BAB
III
PEMBAHASAN
Teknologi yang menghasilkan produk dalam
bentuk perangkat keras atau perangkat lunak pada awalnya bukanlah semata-mata
dimaksudkan untuk keperluan pendidikan. Akan tetapi kemudian produk teknologi
itu juga merambah ke lembaga-lembaga pendidikan serta dimanfaatkan untuk
kegiatan belajar-membelajarkan. Dengan menggunakan teknologi, diharapkan
kegiatan belajar-membelajarkan dapat diselenggarakan lebih efektif, efisien,
kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Akan tetapi sudah lama, paling tidak sejak
tahun 1973, Levie dan Dicky menyatakan (dalam Educational Technology: A
Review of the Research, 1993) bahwa hasil-hasil penelitian menunjukkan,
produk teknologi lebih berfungsi sebagai alat penyampai pesan dan tidak
menentukan keberhasilan peningkatan hasil belajar peserta didik. Yang jauh
lebih berperan ialah isi bahan belajar dan pengemasannya, karakteristik peserta
didik, serta lingkungan belajar. Lebih jauh diketahui pula bahwa kecanggihan
teknologi yang dipergunakan, misalnya dalam belajar berbasis atau berbantuan
komputer (computer based learning) dan belajar di dunia
maya (virtual learning) serta merta menjamin meningkatkan hasil
belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional
(interaksi langsung peserta didik dengan guru).
TIK dalam proses belajar-membelajarkan
memang sangat membantu untuk keperluan belajar jarak jauh karena dapat
mengatasi jarak antara peserta didik dengan guru. Akan tetapi hasil belajar
masih tetap ditentukan oleh isi dan pengemasan bahan belajar serta karakteristik
peserta didik. Keberhasilan penggunaan TIK tergantung pada bagaimana guru
memilih, menyusun, mengemas, dan menyajikan bahan belajar serta bagaimana
peserta didik menanggapi dan mempelajarinya. Hal ini berarti bahwa sikap,
kemampuan dan keterampilan guru dan peserta didik ikut menentukan keberhasilan
penggunaan TIK mengatasi berbagai kesulitan dalam proses belajar-membelajarkan.
Kebermanfaatan TIK membantu pemerataan
memperoleh informasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu proses dan
hasil belajar-membelajarkan, mendorong Pemerintah Indonesia menerbitkan
berbagai kebijakan serta melaksanakan berbagai program. Dalam Rencana
Starategis Departemen Pendidikan Nasional 2005 – 2009 (Depdiknas: 2006)
disebutkan antara lain: Kebijakan tentang Nusantara-21, Instruksi Presiden
Nomor 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia, Instruksi
Presiden Nomor 6 Tahun 2001 tentang pengembangan dan pendayagunaan telematika,
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, dan Keppres Nomor 20 Tahun
2006 tentang Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional. Di samping itu
di tingkat Departemen, Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2007
menerbitkan beberapa kebijakan tentang pengembangan TIK, di antaranya adalah:
Kepmendiknas Nomor 50/P/2007 tentang Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan Nasional.
Program meningkatkan TIK dalam pendidikan
pada umumnya telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk, antra lain Universal
Services Obligation (USO) yang dimulai tahun 2003 untuk meningkatkan
kesempatan bagi masyarakat di pedesaan agar dapat menikmati fasilitas layanan
telekomunikasi. Program USO berkaitan dengan pengembangan TIK pendidikan
berkenaan dengan ketersediaan jaringan telekomunikasi yang akan memberikan
kesempatan bagi sekolah terutama di wilayah terpencil agar memiliki akses
terhadap sumber belajar. Di samping itu terdapat pula program One School
One Computer’s Lab (OSOL) OSOL didasarkan atas Kepmen Kominfo No.
17/Kep/M.KOMINFO/4/2003 tentang pemanfaatan TIK di sekolah yang minimal harus
memiliki satu laboratorium komputer. OSOL dimaksudkan untuk memudahkan sistem
belajar-mengajar, meningkatkan kualitas pendidikan, pemanfaatan teknologi serta
memacu semangat belajar siswa.
Secara nasional diselenggarakan
Televisi Edukasi (TVE) yang diresmikan Menteri Pendidikan Nasional pada tahun
2004 dengan visi: ”menjadi stasiun televisi pendidikan yang santun dan
mencerdaskan”, serta misi: mencerdaskan masyarakat, menyajikan
keteladanan, menyebarkan informasi dan kebijkan pendidikan, serta memotivasi
masyarakat agar gemar belajar. Sasaran TVE adalah peserta didik di semua jalur,
jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan dan masyarakat.
Sementara itu dikembangkan pula Wide Area Network KOTA (WAN-kota) yang
merupakan salah satu program pengembangan pembelajaran melalui TIK. WAN-kota
dibuat dengan menghubungkan antar lembaga pelatihan dan pendidikan
melalui Dikmenjur dengan sekolah yang ada di perkotaan.
Pengelolaan pengembangan TIK dilakukan
melalui Jardiknas, dengan mencoba integrasi TIK dalam pembelajaran, pemanfaatan
TIK dalam pengelolaan manajemen pendidikan dan berbagai kegiatan pendidikan.
Jardiknas dimanfaatkan untuk peningkatan kecepatan layanan informasi secara
integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat; memberikan pelayanan
data dan informasi secara terpadu; menciptakan budaya transparan dan
akuntabel; merupakan media promosi pendidikan yang handal; meningkatkan
komunikasi dan interaksi lokal maupun internasio-nal; mengakses berbagai bahan
ajar; dan meningkatkan efisiensi berbagai kegiatan pendidikan. Terdapat
berbagai program dan kegiatan lain yang dilakukan Pemerintah bersama-sama pihak
swasta untuk menghadirkan TIK di lembaga-lembaga pendidikan. Contoh-contoh yang
dikemukakan bagaimana proses belajar-membelajarkan diupayakan berbasis teknolgi
serta mengintegerasikan TIK dalam proses pendidikan.
3.1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai
Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
Saat ini komputer bukan
lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan diberbagai bidang
pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer
dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang
administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.
Dengan masuknya materi Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen
utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media
pembelajaran.
TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri,
tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada hal penting yang
harus diperhatikan dalam memanfaatkanTIK sebagai media pembelajaran yaitu
hardware dan software yang tersedia dan jenis metode
3.2. Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar
1. E-Learning (Electronic
Learning)
Adalah proses
pembelajaran jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi internet. Dalam
konteks electronic learning atau e-learning sebagai salah satu bentuk
pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi. Perkembangan e-Learning sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan
perkembangan TIK, dimulai dari perkembangan teknologi televisi, komputer hingga
teknologi komunikasi data paling cepat saat ini yaitu internet. e-Learning
menjadi salah satu bentuk evolusi penyampaian pembelajaran dengan pemanfaatan
TIK sebagai komponen utamanya.
AW.Bates (Bates 1995) dan K Wulf
(Wulf 1996), seperti yang dikutip oleh Siahaan (2004), menyebutkan 4 keuntungan
penyelenggaraan pendidikan semacam ini yaitu: (1) meningkatkan kadar interaksi
pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance
interactivity), (2) dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sifat internet
yang tidak mensyaratkan sinkronitas memungkinkan instruktur dan peserta didik
dapat terlibat dalam proses pembelajaran dalam waktu dan tempat yang berbeda,
(3) sangat mampu menjangkau audience secara luas dan global, dan (4) mudah
melakukan pembaruan materi pembelajaran dan menyimpan data/dokumen. Namun
demikian, tidak semua negara dapat menyelenggarakan pembelajaran elektronik.
Kriteria-kriteria
di bawah ini merupakan syarat yang telah dipenuhi negara-negara penyelenggara
pembelajaran berbasis teknologi, yakni:
1)
sikap positif masyarakat pada teknologi komputer dan
internet, yang ditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia
jasa internet,
2)
harga perangkat komputer yang relative murah dan dapat
dimiliki oleh masyarakat,
3)
kemampuan teknologi memproses data secara cepat dan
kapasitas penyimpanan yang besar, dan luasnya akses atau jaringan komunikasi.
2. E- Book (Electronic Book)
Pada fasilitas ini siswa dapat mencari koleksi perpustakaan elektronik
berupa buku buku, modul, jurnal, makalah, majalah, surat kabar dan sebagainya.
3. Teleconference atau video conference
Sebuah sistem pembelajaran dimana terjadi interaksi langsung, misalnya
antara guru dan siswa, antara dosen dan mahasiswa. Tetapi pemanfaatan TIK
sebagai sumber belajar melalui teleconference atau video conference sulit
dilaksanakan, mengingat sistem pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup
besar dan kurangnya sarana dan fasilitas yang memadai.
3.3. Beberapa
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Media Pembelajaran di Sekolah
1. Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan,
dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya
menggunakan 5 sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK
diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya
menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita
sampaikan. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah
Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan
bahan presentasi, diantaranya:
a.
Jangan
terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan.
b.
Tulisan
jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.
c.
Perbanyak memasukkan gambar dan animasi
d.
Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.
2. Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu
kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film
cara-cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan
mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga
dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar
atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.
Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi
yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).
4. Kelas virtual
Maksud kelas virtual di
sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan
moodle. Contoh bentuk kelas maya di sekolah X. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi,
tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam
memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan
dinilai secara otomatis. Materi online bentuk tugas yang diberikan bentuk test hasil test yang didapat siswa.
4.4. Pemanfaatan TIK Sebagai Sumber Belajar dan Media
Pembelajaran dari yang Konvensional sampai yang modern berdasarkan klasifikasi
dan jenis medianya.
|
No
|
Klasifikasi
|
Jenis Media
|
Kelebihan Sumber Belajar Modern
|
Kelemahan
Sumber Belajar Modern
|
|
1.
|
Media
Audio
|
radio,
piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan telepon .
|
a. Kelas, Besar atau kecil : Kelas tidak membutuhkan
bentuk fisik lagi, semuanya dapat
dibangun dalam aplikasi Internet.
b. Kapan saja,dimana saja : Dapat diakses dari
lokasi mana saja dan bersifat global. Tanpa batasan waktu dan tempat dengan
karakteristik kelas tradisonal dengan menggunakan mode komunikasi asynchronous
seperti e-mail, diskusi online, siswa dapat mengakses 24 jam setiap hari.
c. MembangunKomunitas : Pembelajaran adalah proses
sosial. Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain
seperti dengan instruktur. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time
maupun non-real time. melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta
terhadap bahan ajarnya.
|
a. Buruknya atau kurangterencananya perancangan
aplikasi web learning sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna,misalnya
tidak user friendly, tidak reliabel dan proses yang tidak jelas.
b. Para pengguna tidak mengetahui dan mengenal
secara baik sistem yang digunakan
akibat tidak adanya sosialisasi dari sistem(user guide).
c.Permasalahan bandwidth yang kecil dapat
mengakibatkan lamanyawaktu akses hal ini juga dapat disebabkan oleh buruknya perancangan
materi yang memiliki ukuran file yang besar(akibat adanya unsur audio,
video).
|
|
2.
|
Media
audiovisual diam
|
televisi
diam, slide dan suara, film rangkai dan suara , buku dan suara
|
|
|
|
3.
|
Media audiovisual
gerak
|
video, CD,
film rangkai dan suara, televisi, gambar dan suara.
|
|
|
|
4.
|
Media
visual diam
|
foto,
buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil
cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film bingkai/slide, film rangkai
(film stip) , transparansi, mikrofis, overhead proyektor, grafik, bagan,
diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan globe.
|
|
|
|
5.
|
Media
visual gerak
|
film bisu
.
|
|
|
|
6.
|
Media yang
diproyeksikan
|
Overhead
Transparancy, slide, Opaque
|
|
|
|
7.
|
Media yang
tidak diproyeksikan
|
Realia,
model, bahan grafis, display
|
|
|
|
8.
|
Media
rekaman
|
Kaset
audio, kaset video,
|
|
|
|
|
Media
berbasis komputer
|
Computer-assisted
instruction (pembelajaran
berbantuan komputer)
|
|
|
|
9.
|
Multimedia
kit
|
Perangkat
praktikum
|
|
|
|
10.
|
Media
berbasis jaringan
|
Internet,E-Learning
dll
|
|
|
3.5. Pengembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di
sekolah dari negara lain, saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besar -besaran.
Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program
pengembangan TIK, yaitu:
1.
Bidang
kejuruan.
TIK menjadi salah
satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software
masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia.
Untuk menghubungkan sekolah-sekolah di sekitar ICT center
dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.
2.
Pustekkom.
Sebagai salah satu ujung tombak dalam
pengembangan TV pendidikan interaktif, E-learning dan ESMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit
jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.
3.
Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional).
Bertujuan untuk
mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang
menghubungkan semua sekolah di
Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan
terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita
bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.
BAB IV
KESIMPULAN
Pemanfaatan TIK di sekolah
semakin berkembang dan cenderung dijadikan salah satu indikasi kemajuan
suatu sekolah. Akan tetapi hasil penelitian di Indonesia menunjukkan antara
lain bahwa TIK belum diintegrasikan dan dikembangkan dengan proses
belajar-membelajarkan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu penggunaan TIK di
sekolah tidak selalu serta merta dapat mengatasi masalah-masalah
belajar-membelajarkan dan meningkatkan mutu proses dan hasi
belajar-membelajarkan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat digunakan sebagai
sumber belajar dan media pembelajaran antara lain:
1.
Manfaat TIK sebagai sumber belajar yaitu :
a.
E-Learning (Electronic Learning)
b.
E- Book (Electronic Book)
c.
Teleconference
atau video conference
2.
Manfaat TIK sebagai media pembelajaran
yaitu :
a.
Presentasi
b.
Demonstrasi
c.
Kelas virtual
3.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dapat digunakan Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dari
yang Konvensional sampai yang moderen berdasarkan klasifikasi dan jenis
medianya. Tergantung bagaimana proses pembelajaran itu sendiri dan berdasarkan
sarana dan prasarana yang tersedia pada masing masing sekolah / universitas.
Pemanfaatan dan Pengembangan TIK
sebagai sumber belajar tidak hanya komputer dan internet saja, tetapi alangkah
lebih baiknya agar TIK nya di tambah, seperti televisi dan radio.
DAFTAR
PUSTAKA
Deeson, Eric. 1991. Dictionary of Information Technology.Glasgow UK:Harper Collins
Publishers
Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Miarso,Yusufhadi.1986.Media pendidikan: pengertian,
pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta : Penerbit Rajawali.
Prawiradilaga, Salma. 2004. Mozaik Teknologi
Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Supriyanto,
Aji. 2005. Pengantar Teknologi dan Informasi. Jakarta : Salemba Infotek
Langganan:
Postingan (Atom)